Tips Memeriksa Belt Dengan Mencermati Kondisi Fisik Belt

tips-memeriksa-belt-dengan-mencermati-kondisi-fisik-belt-mekanikmitsubishiTips Memeriksa Belt Dengan Mencermati Kondisi Fisik Belt,Apakah Masih Layak Pakai.?

Mekanikmitsubihsi.com – Belt merupakan komponen yang ada pada mobil dan memiliki tugas yang lumayan berat karena tugas belt tersebut tidak diukur pada mileage namun berpatokan pada jam kerja. Belt yang ada pada mesin sendiri terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu belt bagian dalam dan juga bagian luar. Contoh belt bagian dalam adalah CVT atau transmission belt dan timing belt.

Baca juga : Cara paling mudah atasi V-belt yang menimbulkan suara berisik.

Contoh belt bagian dalam tersebut merupakan komponen yang tidak mudah terlihat, sedangkan belt bagian luar lebih jelas terlihat. Belt luar ini akan mudah anda cermati jika anda ingin mengetahui kondisi belt tersebut yang bisa dilihat dari kondisi fisik belt itu sendiri. Namun, satu sistem mesin mobil umumnya memiliki dua sampai empat belt yang terpisah yaitu belt pompa air, belt pompa power steering alternator, dan compressor AC.

Namun ada jenis mobil hanya menggunakan drive belt atau satu belt yang bertugas untuk merangkai semuanya. Salah satu dari sekian banyaknya yang utama dan harus anda rawat dan dijaga adalah belt alternator dan belt pompa air. Dan berikut adalah beberapa tips untuk memeriksa belt dengan mencermati kondisi fisik belt :

  1. Tips pertama adalah periksa kondisi fisik belt, khususnya di bagian yang terhubung langsung dengan pulley. Jika kondisi fisik belt sudah mengalami banyak retak, keluar sabut pada bagian bibir belt, atau sudah getas sebaiknya segera ganti dengan belt yang baru.
  2. Untuk tips memeriksa kondisi fisik belt yang kedua, anda bisa memeriksa ketegangan belt yang sudah tertera di dalam buku panduan mobil tersebut. Jika dengan melihat buku panduan masih bingung, anda bisa memeriksanya dengan menekan belt tersebut antara telapak tangan bagian bawah dan ibu jari anda. Adapun jarak main belt antara sebelum ditekan dan setelah ditekan bisa tergantung spesifikasi mobil masing-masing. Tetapi, biasanya berjarak sekitar 2 sampai 3 cm.
  3. Saat anda ingin memeriksa kekenduran kondisi fisik belt, perhatikan getas saat dipegang dan garis mengkilapnya. Belt jika semakin mengkilap bisa menandakan bahwa belt tersebut semakin berkurang atau lemah daya hantar tenaga belt tersebut. Akibat dari belt yang sudah kendur bisa membuat slip mobil anda.
  4. Selanjutnya, periksa dan cermati kelurusan kondisi fisik belt pada pulley-pulleynya. Belt yang sudah tidak lurus, bisa mengakibatkan belt mobil putus, dan menimbulkan bunyi gaduh yang berasal dari putaran mesin mobil yang tidak seimbang atau stabil. Untuk solusinya, segera bersihkan pulley dari berbagai kotoran yang bisa merusak belt tersebut
  5. Kondisi fisik belt yang tidak lurus pemasanganya, atau kondisi fisik belt lembab bisa menimbulkan suara berdecit atau bunyi aneh saat mesin kondisi idle dan bisa hilang ketika putaran mesin mulai tinggi
  6. Jika anda ingin memeriksa apakah kondisi belt tidak lurus dan terjadi kesalahan tegangan, yang akan menimbulkan suara berdecit, anda cukup memeriksanya dengan menyemprot belt menggunakan air. Setelah mesin berputar dan belt basah, dan tidak timbul suara berdecit, maka penyebab dari belt tidak lurus tersebut adalah ketegangan dari belt itu tidak sesuai atau bisa karena belt sudah aus

Untuk perawatan belt sendiri agar belt tetap elastis, anda bisa menyemprotnya dengan menggunakan cairan khusus untuk belt atau belt dressing. Akan tetapi, anda harus membaca terlebih dahulu cara penyemprotnya, karena ada dua metode yaitu saat belt diam dan juga saat belt bergerak.

Demikian tadi adalah beberapa tips memeriksa belt dengan mencermati kondisi fisik belt yang bisa nada lakukan sendiri atau untuk lebih yakin anda bisa membawanya ke bengkel. Semoga membantu dan bermanfaat.

Artikel terkait :

Tips ampuh merawat dan mencegah timing belt mudah putus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *