Tips Dan Cara Melakukan Engine Break Yang Benar

Tips Dan Cara Melakukan Engine Break Yang Benar - MekanikmitsubishiBeberapa Tips Dan Cara Melakukan Engine Break Yang Benar

Mekanikmitsubishi.com – Ketika mengemudi dalam perjalanan, mestinya akan ada banyak jenis jalan yang kita lalui. Ada jalan yang lurus, berbelok, menanjak, dan ada juga jalanan yang menurun. Apabila tempat yang dilalui adalah jalanan menurun, maka sistem pengereman mobil harus dalam keadaan yang optimal.

Tidak hanya itu juga, pengemudi juga harus menggunakan fitur menahan laju mobil dengan memanfaatkan putaran mesin atau yang dikenal engine break. Apalagi saat mobil Anda mengangkut beban yang berat, maka pengereman secara penuh tidak ditanggung oleh rem mobil saja.

Baca juga : Penyebab utama dan tips mengatasi rem blog secara mendadak.

Beban untuk mengerem yang terlalu berat bisa membuat sistem rem lebih panas. Hal tersebut bisa menyebabkan rem menjadi kurang responsif atau blong. Sehingga hal ini sangat berbahaya ketika perjalanan. Oleh sebab itu, sebaiknya pelajari benar-benar cara melakukan engine break dengan transmisi otomatis maupun transmisi manual.

Tips Dan Cara Melakukan Engine Break Yang Benar

Untuk mobil dengan transmisi otomatis atau mobil matic, engine break bisa dilakukan dengan down shift. Untuk transmisi yang mempunyai fitur over drive atau O/D bisa dengan cara menonaktifkan fitur tersebut guna menurunkan posisi transmisi.

Pada engine break mobil matic yang tidak mempunyai over drive, Anda bisa langsung menurunkan posisi transmisi dari D ke 3, 2 atau L. Akan tetapi yang harus diperhatikan bahwa rpm mesin harus dalam keadaan yang pas ketika melakukan down shift. Biasanya transmisi bisa dipindah ketika rpm tidak ada pada red line. Apabila tidak, maka mobil akan mengentak dan kurang nyaman.

Beberapa mobil dengan transmisi otomatis, umumnya sudah dilengkapi dengan fitur yang bisa melakukan engine break otomatis ketika melalui jalanan yang menurun atau menukik. Misalnya saja fitur Grade Logic Control yang ada pada mobil Honda transmisi otomatis. Fitur ini akan membantu melakukan engine break tanpa perlu mengganti tuas perseleneling.

Sedangkan untuk mobil dengan transmisi manual, engine break bisa dilakukan dengan menurunkan posisi transmisi ke posisi yang lebih rendah. Akan tetapi sebelum itu harus diperhatikan untuk menurunkan posisi transmisi secara bertahap supaya tidak merusak mesin Anda. Perhatikan juga putaran mesin yang sedang berjalan agar mesin tidak terhentak mendadak. Bisanya engine break bisa dilakukan ketika putaran mesin ada di kisaran 3.000 rpm. Dan untuk mengurangi laju kendaraan serta putaran mesin, kita perlu melakukan pengereman terlebih dahulu.

Ada juga beberapa hal yang wajib Anda tahu mengenai engine break, yaitu :

Baca juga : Penyebab dan cara menghilangkan rem bunyi berdecit dengan mudah.

  • Anda harus mengurangi beban kerja rem agar engine break bisa meringankan beban rem.
  • Lakukan engine break dengan benar supaya tidak merusak mesin.
  • Ketika engine break otomatis, maka tidak ada bahan bakar yang tersuplai sehingga bisa menghemat bahan bakar.
  • Pengemudi harus menekan pedal rem sebelum deselarasi sehingga perpindahan gigi bisa maksimal.

Demikian ulasan artikel kami yang membahas mengenai beberapa hal mengenai engine break dan tips mudah dan benar melakukan engine break saat mengemudikan kendaraan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca. Terimakasih.

Artikel terkait :

Apa itu ABS, dan kelebihan pengereman ABS dibanding non ABS?

Cara mudah menguras dan mengganti minyak rem yang benar.

Kenali penyebab rem panas sampai mengeluarkan asap.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *