Prinsip Kerja Common Rail

mekanikmitsubishi.comjpg

Piezo valves atau solenoid memungkinkan electronic control memiliki performa yang sempurna terhadap nozzle injection time. Demikian juga jumlah dan tekanan yang sangat tinggi pada solar akan menghasilkan kabut yang lebih halus.

Untuk membuat engine noise menjadi rendah, maka solar akan disemprotkan 2 kali tahapan dari nozzle (bahkan ada yang membagi hingga 5 kali tahapan dalam satu kali penyemprotan), pertama sedikit solar akan disemprotkan agar lebih mudah terbakar, dan setelah terbakar, baru kemudian disemprotkan lagi solar dalam jumlah yang lebih banyak ke dalam ruang bakar. Nozzle seperti ini biasa dikenal dengan istilah double spring nozzle, yang sangat efektif untuk menurunkan suara ledakan.

Pada mesin diesel biasa, sebuah distributor-type injection pump, akan diatur oleh engine, yang men-supply solar ke nozzle/injector, kemudian akan disemprotkan ke dalam combustion chamber. Dibandingkan dengan common rail, tekanan solar tersebut dianggap “belum tinggi/masih rendah”, sehingga pengabutannya pun kurang halus, maka pembakaran yang dihasilkan pun relatif menjadi kurang sempurna.

Pada engine dengan common rail systems, distributor injection pump tidak akan dipakai lagi, sebagai gantinya adalah sebuah extremely high pressure pump yang menghasilkan solar yang bertekanan tinggi hingga mencapai 1.800 kg/cm2, yang akan disimpan dalam sebuah reservoir/tube yang bercabang (tergantung berapa banyak jumlah cylindernya) dan akan berujung pada tiap-tiap nozzle, hingga solar pun siap untuk disemprotkan.

Pada nozzle ada sebuah solenoid yang siap menunggu perintah dari computer (ECU=Engine Control Unit) untuk menyemprotkan sejumlah solar ke dalam combustion chamber. Dan dalam hal ini, CPU akan mengalirkan sejumlah arus listrik ke solenoid pada nozzle. Lama atau tidaknya listrik yang dialirkan, juga akan berpengaruh terhadap jumlah solar yang akan disemprotkan. Sehingga pengabutan dan suara menjadi halus, emisi rendah, pembakaran bersih, dan efesiensi solar pun meningkat.

Oleh karena prinsip kerjanya yang mirip dengan MPI system, maka diperlukan MUT untuk menganalisa (tune-up).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *