Manfaat Ban Bekas Yang Terbaru Sebagai Battery Mobil

manfaan-ban-mobil-bekas-sebagai-batterey-mekanikmitsubishiSiapa Sangka Ternyata Ban Bekas Bisa Jadi Battery Mobil.

Mekanikmitsubishi.com – Mungkin selama ini anda sering kali menjumpai ban bekas yang kemudian diolah menjadi berbagai kerajinan seperti kursi, meja dan berbagai perabot lainnya.

Akan tetapi, jika diulik lebih dalam, ban bekas ternyata dapat dimanfaatkan lebih dari itu. Ternyata, ban bekas bisa jadi battery mobil. Ya, ban yang sudah tidak dapat digunakan lagi untuk roda kendaraan ternyata dapat dimanfaatkan lagi untuk umber energi kendaraan.

Baca juga : Tips agar ban mobil lebih awet dan berumur panjang.

Penemuan ini dikemukakan oleh peneliti yang berasal dari Departemen Energi AS dimana mereka bekerja di sebuah laboratorium yang terletak di Oak Ridge. Mereka berhasil mengemukakan penemuan terbaru mereka dimana ban bekas dapat dijadikan sebagai anda yang terdapat pada battery IO lithium.

Para peneliti ini mulai mencoba dengan diketahuinya bahwa proses pembuatan ban bakar yaitu menggunakan sebuah zat pewarna yang dapat membuat ban menjadi hitam. Selain itu, zat tersebut juga berfungsi untuk membuat ban menjadi lebih kuat.

Nah zat atau karbon yang telah dicampurkan pada proses pembuatan hingga tercampur dalam ban akhirnya akan larut setelah melalui proses penguraian yang cukup sulit. Dan setelah itu akan membuat battery menjadi lebih kuat serta tahan lama.

Memang benar jika proses pembuatan ban bekas menjadi battery mobil cukup rumit. Akan tetapi, berkat para peneliti dan kemajuan teknologi, saat ini proses penguraian ban menjadi lebih mudah dan cepat.

Secara umum, proses penguraian ban bekas yaitu pertama melalui tahapan pirolisis. Kemudian campurkan bahan organik saat proses ini berlangsung. Proses prirolisis dengan kombinasi bahan organik ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan oksigen pada ban bekas.

Karena ketika ban masih mengandung oksigen, maka karbon hitam pada ban bekas akan cukup sulit didapatkan. Dan ketika oksigen telah dikeluarkan dari ban, maka karbon hitam akan didapatkan yang kemudian digunakan untuk anoda pada baterai.

Lalu apakah penggunaan karbon yang diambil dari ban bekas in berbahaya? Asalkan telah memenuhi syarat pembuatan, maka battery dengan bahan anodanya dari ban bekas sama sekali tak berbahaya.

Yang terpenting, penggunaan battery masih dalam batasan normal yang tak akan membuat battery menjadi terkontasminais atau terbuka.

Selain itu, battery mobil yang menggunakan anoda dari ban bekas ini jauh lebih kuat dan tahan lama dibanding dengan battery yang menggunakan anoda dari bahan kimia lainnya. Hal ii karena pada dasarnya bahan baku ban adalah bahan-bahan yang kuat, sehingga ketika sudah diolah dalam bentuk lain pun sifat kuatnya masih melekat.

Tak hanya kuat, baterry dengan karbon dari ban bekas pun dapat membuat battery menjadi lebih tahan lama. Untuk membuktikan pernyataan yang satu ini, anda bisa membandingkannya dengan battery lain yang tak menggunakan zat karbon dari ban bekas.

Untuk masalah limbahnya pun tak begitu mencemari lingkungan. Ya meskipun tak mungkin jika tak mencemari sedikit pun karena memang notabennya bahan kimia dan sudah pasti tak akan baik jika digunakan dalam jangka waktu panjang.

Semua keunggulan battery mobil dengan anoda dari karbon dari ban mobil ii pun memiliki struktur yang jauh lebih baik. Dan kabar baiknya, kualitas battery mobil dengan karbon dari ban bekas tersebut jauh lebih baik.

Sebab, struktur karbon hasil pengolahan ban bekas jauh lebih baik dibanding dengan grafit yang sudah terdapat pada baterai lithium ion umumnya.

Sayangnya pengolahan ban bekas menjadi salah satu bahan untuk batteray mobil ini belum ada di Indonesia, dan mungkin akan mencapai Indonesia dalam jangka waktu yang cukup lama.

Artikel terkait :

Tips memilih aki mobil baru yang bagus dan berkualitas.

Cara memperbaiki aki kering yang soak dengan mudah dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *