Cara Mudah Menghindari Pajak Progresif Dan Perhitungannya

Bagaimana Cara Menghindari Pajak Progresif - MekanikmitsubishiCara Mudah Menghindari Pajak Progresif Dan Perhitungannya

Mekanikmitsubishi.com – Kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara menghindari pajak progresif. Setelah kendaraan seperti mobil Anda dijual keorang lain, sebaiknya Anda segera mungkin untuk memblokir dokumen agar kendaraan yang akan Anda beli terhindar dari pajak progresif.

Baca juga : Apa itu asuransi LTO dan All Risk?

Biaya dari pajak progresif perhitungannya adalah melalui prosentase nilai jual kendaraan bermotor tersebut, yang biasa disingkat dengan NJKB. Perhitungannya berbeda-beda yakni dari kendaraan yang ke berapa yang Anda miliki saat ini. Untuk proses pemblokiran sampai saat ini hanya bisa dilakukan di SAMSAT masing-masing wilayah ( sistem administrasi manunggal satu atap ). Unruk proses pemblokiran dokumen tidak membutuhkan biaya sepersenpun, dan pengerjaaan proses pemblokiran dokumen terbilang cukup cepat.

 

Berikut ini merupakan langkah dan persiapan sebelum proses pemblokiran dokumen ke samsat agar tidak terkena pajak progresif :

Baca juga :

Tips pintar memilih dan menentukan kredit mobil yang tepat.

Perbedaan kredit mobil baru dan bekas.

Siapkan data diri secara lengkap seperti foto copy KK ( kartu keluarga ), foto copy KTP pemilik kendaraan ( kartu tanda penduduk ), dan data-data kendaraan yang akan Anda blokir dari salinan STNK ( surat tanda nomor kendaraan bermotor ).

 

Sesampainya disamsat Anda hanya mengikuti alur prosedur dengan mengisi formulir yang telah disediakan diantaranya formulir pemblokiran dokumen kepemilikan dengan pengesahan materai Rp. 6.000 dan tandatangan. Untuk proses pemblokiran dokumen sampaii selesai dan agar data kendaraan Anda benar-benar terblokir pihak berwenang menjelaskan hanya membutuhkan waktu paling cepat 2 hari dan paling lambat maksimal 1 minggu.

Setelah dokumen Anda terblokir  pemilik kendaraan yang baru sudah bisa membayar pajak tahunun dengan data KTP sendiri, dan pemilik kendaraan yang lama tidak bisa membayar pajak kendaraan dengan data dan KTPnya. Akan tetapi pemilik baru harus mengurus proses balik nama kendaraannya kembali.

Baca juga : Cara mudah bikin SIM tanpa harus memiliki EKTP dan persyaratannya.

Catatan : Jika Anda ingin membeli mobil baru dan menjual kendaraan yang lama, sebaiknya Anda sudah memastikan proses pemblokiran dokumen sudah beres dan selesai diproses sebelum Anda mengurus surat-surat kendaraan yang baru agar terhindar dari pajak progresif.

 

Pajak progresif berlaku pada alamat pemilik yang sama, jika alamat tempat tinggal pemilik kendaraan sama namun nama kepemilikannya berbeda, maka akan terkena biaya pajak tambhan pada kendaraan ke duanya baik mobil/bermotor.

Artikel terkait :

Tips pasang sticker pada kendaraan tanpa melanggar UUD dan aman dari tilangan polisi.

Beberapa tips penting jika inggin membeli mobil bekas taksi agar menguntungkan.

10 merek dan type mobil bekas di Indonesia yang harganya cenderung stabil.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *