Beberapa Penyebab Kerusakan Powersteering Mobil

Kemudi Terasa Berat? Perhatikan Bebeapa faktor Berikut Yang Dapat Menyebabkan Kerusakan Power Steering Mobil Anda!

Beberapa Penyebab Kerusakan Powersteering Mobil - MekanikmitsubishiMekanikmitsubishi.com – Power steering merupakan salah satu komponen penting yang sudah menjadi perlengkapan stAndar pada kendaraan mobil dewasa ini. Sama seperti AC, komponen power steering merupakan salah satu tuntutan pembeli ketika hendak memilih sebuah mobil.

Bukan tanpa sebab power steering menunjukkan eksistensinya pada dunia otomotif. Power steering dapat meringankan sistem kemudi pada mobil sehingga meningkatkan kenyamanan dalam berkendara. Terutama ketika Anda hendak membelokkan kendaraan Anda meskipun kecepatan mobil berada pada kecepatan rendah.

Baca juga : Apa penyebab setir kemudi mendadak berat, dan tips mengatasinya.

Namun, sama seperti komponen lain, power steering juga dapat rusak dengan penggunaan yang lama dan juga perawatan yang kurang baik. Rusaknya power steering, biasanya akan menyebabkan sistem kemudi yang semakin berat dan kurang nyaman ketika digunakan. Nah, apa sajakah penyebab rusaknya power steering pada mobil?

  • Kurangnya Tekanan Angin Pada Ban

Ketika ban memiliki tekanan angin yang kurang, maka gaya gesek yang ditimbulkan antara ban dan jalan akan semakin besar sehingga memperberat laju kendaraan. Beratnya laju kendaraan tentu berbanding lurus dengan cara kerja berbagai komponen mesin mobil, tak terkecuali power steering.

Karena kondisi ban yang tak stabil, maka power steering harus bekerja lebih keras lagi untuk mengendalikan pergerakan ban mobil Anda. Jika hal ini dibiarkan atau dilakukan secara berulang-ulang, maka komponen power steering dapat rusak dalam jangka waktu yang tak lama.

  • Kurangnya Cairan (Oli)

Komponen power steering tentu membutuhkan cairan agar mampu berfungsi dengan optimal. Ketika jumlah cairan tersebut berkurang, gaya yang dihasilkan piston juga akan menurun sehingga kemudi mobil akan semakin berat dan power steering tak dapat memberikan kerja optimalnya.

Oleh karena itu, Anda harus rutin mengecek persediaan oli pada tabung dan menggantinya jika warnanya sudah agak menghitam. Untuk kinerja power steering yang maksimal, jangan biarkan tabung oli memiliki ruang kosong agar oli tak bereaksi dengan udara di sekitar sehingga tak menimbulkan hambatan tertentu.

  • Kebiasaan Memutar Kemudi Hingga Mentok

Penyebab rusaknya power steering selanjutnya adalah kebiasaan memutar roda mobil hingga mentok ketika Anda berniat hendak memutar arah. Memutar mobil hingga terdengar bunyi “klak” merupakan salah satu faktor yang mempercepat rusaknya power steering apalagi jika dilakukan secara rutin dan berulang.

Hal tersebut dapat memicu rusaknya rack pinion steer sehingga akan mudah panas. Suhu panas yang ditimbulkan, dapat menyebabkan karet pada steer rawan rusak sehingga perlu diperbaharui.

 

Jika Anda merasa bahwa komponen power steering sudah mulai rusak, maka Anda dapat membawanya ke bengkel untuk diperbaiki. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda pastikan sebelum membawa kendaraan Anda ke bengkel.

Hal tersebut diantaranya adalah mengecek tekanan angin pada ban, memastikan persediaan cairan power steering dan juga memeriksa belt pada power steering. Jika ketiga hal tersebut menunjukkan indikasi yang tak normal, maka Anda perlu membawanya ke bengkel apabila tak sanggup ditangani sendiri.  Demikian artikel kali ini yang membahas mengenai beberapa penyebab kerusakan pada powersteering mobil, dan tips mengantisipasinya. Semoga bermanfaat!

Artikel terkait :

Langkah mudah mengganti oli power stering mitsubishi pajero sport.

Penyebab dan cara mengatasi oversteer dan understeer dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *